Kamis, 05 Februari 2015

Soal Iklan yang Lecehkan TKI, Ketua DPR Minta Malaysia Tertibkan Warganya



Jakarta - Iklan 'Fire Your Indonesian Maid' di Malaysia yang ramai diperbincangkan di media sosial dianggap melecehkan TKI. Ketua DPR Setya Novanto meminta agar Malaysia menertibkan warga negaranya.

"Kita mohon, pemerintah Malaysia lebih menertibkan masyarakatnya," kata Novanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2015).

Novanto mengapresiasi langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk menyikapi masalah ini. Seperti diketahui, KBRI di Malaysia sudah mensomasi perusahaan RoboVac yang mengeluarkan iklan ini untuk meminta maaf ke publik.

KBRI Kuala Lumpur melalui retainer lawyer Shamsuddin & Co, pemerintah Indonesia meminta perusahaan RoboVac Malaysia untuk segera menghancurkan seluruh materi iklan baik berbentuk standing banner maupun materi lain, termasuk website resmi perusahaan tersebut ( http://neatrobotcleaner.com.my). Perusahaan RoboVac Malaysia diberi batas waktu hingga 7 hari sejak somasi ini dilayangkan, untuk memberikan tanggapan

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Nusron Wahid menuntut agar perusahaan itu meminta maaf kepada Pemerintah Indonesia karena makna dari iklan tersebut masuk kategori human trafficking.

"Ini pelecehan dan bagian dari trafficking. Mereka harus cabut dan minta maaf. Kalau tidak, kita harus ambil tindakan," kata Nusron Wahid kepada detikcom Jakarta, Kamis (5/2/2015).

Oleh : Indah Mutiara Kami - detikNews

Selasa, 03 Februari 2015

Kebutaan Tak Menghalangi Keluarga Ini Hidup Mandiri


Liputan6.com, Wonosobo - Pardjo, seorang warga Desa Kalidadap, Wonosobo, Jawa Tengah memiliki 3 orang anak yang ketiganya mengalami kebutaan. 

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV dalam Pantang Menyerah, Rabu (20/8/2014), pukul 06.00, Pardjo dan ketiga anaknya melakukan kegiatan rutin mereka yaitu pergi mencari rumput dan kayu bakar. 

Pardjo dan ketiga anaknya pun berjalan beriringan sejauh sekitar 1 km. Meski sudah berjalan jauh, mereka tak selalu mendapatkan rumput dan kayu bakar. Saat sudah mendapat rumput, keluarga itu pulang ke rumah untuk beristirahat. 

Sepulangnya ke rumah, Pardjo dan anak sulung menyiapkan makan siang dengan bahan seadanya. Sepintas tidak langsung tampak, tetapi di tengah keluarga itu, hanya Pardjo yang memiliki penglihatan normal. Ketiga anaknya buta. 

Sejak dulu, keterbatasan ekonomi memang memberatkan keluarga Pardjo. Saat 3 anaknya jatuh sakit bersamaan, Pardjo tak punya daya untuk menyediakan pengobatan yang memadai dan mengakibatkan ketiganya kehilangan penglihatan. 

Kemiskinan dan keterbatasan rupanya tidak menghalangi Pardjo dan anak-anaknya untuk hidup mandiri. Seluruh warga Desa Kalidadap pun mengakui hal itu. 

Pardjo dan 3 anaknya hidup dengan berbagai cara, termasuk dengan menjual ternak. Berawal sebagai buruh ternak kambing, keluarga Pardjo kini memiliki beberapa ekor ternak sendiri dan semuanya mereka rawat sendiri. Karena uang sulit didapat, terkadang kambing dan ayam dijual untuk kebutuhan sehari-hari. 

Walau buta, anak-anak Pardjo melewati hidup tanpa mengeluh sedikit pun. Mereka justru menghadapi hidup dengan ikhlas. Tanpa banyak teori, keluarga itu ternyata selalu bersikap positif. 

Anak-anak Pardjo sudah sering jatuh dan tidak ada yang menolong. Saat mencari rumput, kadang-kadang paculnya dicuri orang. 

Hampir segala kegiatan sehari-hari para petani mampu dilakoni oleh keluarga Pardjo. Kebutaan ternyata tidak menghalangi sang anak ketiga untuk memanjat dan memetik kelapa. Sikap dan perilaku keluarga itu bahkan menginspirasi sejumlah tetangga mereka. 

Usia Pardjo sekarang memasuki 80 tahun. Sang istri, ibu dari ketiga anak-anak telah meninggal beberapa tahun lalu. Keinginan Pardjo sederhana saja, agar anak-anaknya bisa tetap hidup mandiri.


Berfoto dengan Elite KMP, Puan Sebut Hanya Silaturahmi

Puan Maharani bertemu elite KMP. (Liputan6.com/Taufiqurrahman)

Liputan6.com, Jakarta - Spekulasi beredar ketika putri anak Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, yang beredar di publik terlihat duduk bersama dengan ‎elite Koalisi Merah Putih (KMP).

Hal itu terlihat dari foto yang diunggah Sekjen PKS Taufik Ridlo dalam akun twitternya, @Taufikridlo, pada 31 Januari 2015. Puan terlihat duduk semeja dengan elite KMP.

Banyak yang menduga, kedekatan itu adalah reaksi Puan atas pertemuan yang terjadi antara Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Bogor beberapa waktu lalu.

Puan yang kini menjadi Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), buka suara soal foto dirinya yang mengenakan batik berwarna coklat tersebut.

"Silaturahmi saja, kawinan. Sudah dekat dari dulu," kata Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2015).

Puan menambahkan, tidak ada pesan yang ingin ditunjukkan dengan adanya foto tersebut. Bahkan, dia membantah pertemuan itu ada kaitannya dengan kisruh antara Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Tidak ada pesan. Tidak (membahas kisruh KPK vs Polri)," tandas Puan.

Dalam foto tersebut, Puan terlihat akrab duduk satu meja dengan elite KMP. Yakni Presiden PKS Anis Matta, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, serta politisi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana.


Senin, 02 Februari 2015

Remaja Gaza Pamer Bakat, Juri Arabs Got Talent Terharu

Ilustrasi: Di balik bangunan di Jalur Gaza yang porak poranda akibat kecamuk perang, terdapat bakat musikal kaum mudanya. ( REUTERS/Khalil Hamra/AP Photo/Handout via Reuters)


Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam ajang pencarian bakat Arabs Got Talent yang digelar beberapa waktu lalu, sekelompok remaja yang menjadi kontestan sukses mencuri perhatian. Berkalung keffiyeh bermotif kotak-kotak hitam-putih, mereka membawakan sebuah lagu tradisional Arab. 

Sontak aksi mereka membuat para juri terpikat dan terharu. Tanpa ragu, para juri memberikan tiket langsung ke putaran final. Siapa sangka grup yang terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan belia tersebut berasal dari kancah perang yang terisolir, Jalur Gaza.

Kelompok musisi tersebut berasal dari sebuah sekolah musik di Gaza, National Conservatory of Music Edward Said. Di sekolah tersebut, kelima pemuda itu belajar musik dari Anas An-Najar.

An-Najar mengajarkan semua muridnya keterampilan memainkan kecapi, gendang, suling kayu, dan instrumen lainnya. Ketenaran anak murid An-Najar semakin bertambah ketika video berisi penampilan mereka diunggah ke laman YouTube dan berhasil dilihat lebih dari 9 juta kali.

Sekolah musik itu menempati satu bangunan tersembunyi dan tidak menarik perhatian masyarakat sekitar yang dimiliki oleh Palestina Red Crescent Sociaety di Tel al-Hawa, kawasan menengah kota Gaza. 

Di bagian dalam sekolah, seluruh murid berkegiatan dalam sebuah ruangan berdinding poster musisi barat dan Arab, seperti Tchaikovsky dan Kamal Al Taweel yang merupakan komposer ternama Mesir.

National Conservatory of Music Edward Said bermula dari sebuah proyek pengembangan budaya Arab oleh AM Qattan Foundation pada 2008, lalu kemudian diambil alih oleh Said National Conservatory Edward di 2012. Kini, sekolah itu sudah memiliki lima cabang di Palestina.

Meskipun Gaza telah enam tahun terakhir berada dalam kondisi perang dan juga berada di bawah blokade Mesir, rupanya musik terus mendapatkan tempat di hati para anak Gaza.

Lebih dari 250 anak Gaza mendaftarkan diri sebagai siswa sekolah musik tersebut setiap tahunnya, namun yang diterima hanyalah 30 hingga 40 siswa.

Tenaga pengajar yang dimiliki oleh sekolah musik tersebut hanyalah 13 orang untuk mengajar teori musik, pengajaran individu, dan ansambel kecil seperti orkestra.

"Musik dapat mentransfer murid-murid ini dari sebuah dunia penuh dengan tekanan ke dunia yang lebih nyaman," ujar Khamis Abu Sha'ban, kepala administrasi sekolah musik itu.

Bahasa Perdamaian

Sekolah musik milik An-Najar membeli sebagian besar alat-alat instrumen di Mesir ataupun Syria, namun ada juga yang menerima sumbangan dari Music Fund milik Belgia yang meminjamkan kepada siswa-siswa musik sekolah itu. Mereka tekun mempelajari orkestra dan menuruti arahan dari sang konduktor dengan patuh.

"Musik adalah bahasa perdamaian dan harmoni," ujar Firas Al-Shrafi, 11 tahun, yang telah memainkan sitar sejak usia empat tahun. "Ini membawa kedamaian ke dalam jiwa saat sedih."

Musik mulai meraih popularitas di kalangan pemuda Gaza, namun masih kalah tenar dibanding aktivitas lainnya. Pekan lalu, 17 ribu pemuda lulus dari pelatihan militer selama sepekan yang diselenggarakan oleh Hamas.

Di sisi lain, bagi para peminat musik, mereka sangat berharap kelima anak Gaza tersebut dapat memenangkan Arabs Got Talent. "Banyak hal yang telah mereka lakukan untuk posisi itu," ujar Abu Sya'ban, seorang pemuda Gaza. "Kami ingin mereka menang."

Nokia 1100 : Kisah Ponsel Terlaris yang Dipakai Pembobol Bank

Nokia masih memegang rekor sebagai produsen yang menjual ponsel paling laris di dunia, melalui Nokia 1100. (Getty Images/Sion Touhig)

Jakarta, CNN Indonesia -- Jika ada yang menganggap bahwa ponsel terlaris sepanjang masa adalah Apple iPhone atau Samsung Galaxy, maka mereka salah. Karena, jawabannya adalah Nokia 1100.

Ya, Nokia 1100 masih menjadi model ponsel paling laris di dunia hingga saat ini. Menurut catatan ZDNet, Nokia berhasil menjual 220 juta unit Nokia 1100 di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Ponsel ini memiliki fitur standar untuk telepon, SMS, dan bermain game ringan. Layarnya pun belum berwarna, masih monokrom.

Keberhasilan Nokia 1100 menjadi ponsel paling laris bukan karena dia memiliki kamera, email atau fitur canggih lainnya, tetapi karena harganya yang sangat rendah dan mudah digunakan.

Nokia 1100 pertama kali diluncurkan pada tahun 2003 sebagai suksesor Nokia tipe 3310 dan 3315. Tidak lama setelah diluncurkan, Nokia 1100 menjadi primadona dan menarik banyak perhatian konsumen.

Bahkan, pada tahun 2005 di Nigeria, sebanyak lebih dari satu juta unit ponsel ini terjual dengan cepat.

Ponsel ini pertama kali didesain oleh seorang desainer berdarah Amerika-Bulgaria bernama Dimitre Mehandjiysky. Rancangan ponsel ini pertama kali ditunjukan di Nokia Design Center yang terletak di California, Amerika Serikat.

Produksi Nokia 1100 secara resmi dihentikan pada tahun 2006. Namun, banyak pengguna yang masih mencari ponsel lawas ini untuk digunakan.

Membobol rekening bank

Selain karena daya tahannya yang unggul, ponsel ini ternyata juga dapat digunakan sebagai alat pembobol rekening bank.

Frank Engelsman, investigator dari Ultrascan Advanced Global Investigations, mengatakan para peretas menggunakan ponsel ini dengan memanipulasi perangkat lunak di dalamnya sehingga dapat mencegat SMS yang dikirim pada suatu nomor. Hal ini memungkinkan para penjahat untuk mendapat SMS berisi kata sandi rekening bank.

Namun, tak semua ponsel Nokia 1100 dapat digunakan untuk membobol rekening bank. Hanya Nokia 1100 buatan Jerman saja yang bisa melakukannya.

Ultrascan Advanced Global Investigations melakukan penelitian tentang Nokia 1100 yang dibuat di Bochum, Jerman, dan menemukan bahwa ponsel tersebut memiliki versi perangkat lunak yang dapat dengan mudah diprogram ulang, berbeda dengan ponsel yang diproduksi di negara lain.

Beralihnya fungsi ponsel dari alat komunikasi menjadi alat kejahatan membuat harga Nokia 1100 melambung sangat tinggi meskipun umur ponsel itu sekarang sudah lebih dari 10 tahun.

Hingga saat ini, rekor tertinggi harga yang ditawarkan untuk sebuah Nokia 1100 buatan Jerman adalah 5.000 euro atau setara dengan Rp 75 juta


Novak Djokovic Juara Australia Terbuka

Novak Djokovic menang empat set dari Andy Murray dan meraih gelar juara Australia Terbuka kelimanya. (Reuters/Issei Kato)

Melbourne, CNN Indonesia -- Novak Djokovic mampu mengatasi perlawanan keras Andy Murray di set pertama dan kedua untuk merebut gelar Australia Terbuka kelimanya. Ia menang dari petenis Skotlandia tersebut dengan empat set 7-6 7-3 6-3 dan 6-0.

Pertarungan antara keduanya terlihat akan menjadi pertarungan klasik terutama dengan set pertama membutuhkan waktu hingga 77 menit sementara set kedua dilalui dalam 80 menit. 

Namun kelelahan yang dialami Andy Murray di dua set terakhir membuat Djokovic melaju mudah dan dalam tiga setengah jam ia mampu mengakhiri impian Murray mendapatkan gelar Australia Terbuka pertama.

Hasil ini memperpanjang rekor baik Djokovic atas Murray di Australia Terbuka dengan petenis Serbia ini pernah mengalahkan Murray di final 2011 dan 2013.

77 Menit di Set Pertama

Di dua gim pertama, Murray dan Djokovic sama-sama mengandalkan servis sehingga pertandingan berlangsung imbang dan skor pun 1-1. 

Andy Murray sempat terlihat akan mematahkan servis Djokovic di gim ketiga dengan unggul 40-0 terlebih dahulu. Namun Djokovic mampu bangkit dan dua kali bermain agresif ke depan net sehingga ia mampu meraih deuce dan akhirnya unggul kembali menjadi 2-1.

Djokovic seolah tak terbendung dari posisi tersebut dan kemuding unggul 4-1 terlebih dahulu. Namun, perlahan Murray bangkit dan pada gim ketujuh mampu mematahkan servis Djokovic dan membuat kedudukan menjadi 4-3.

Aksi ini kemudian dibalas Djokovic dengan mematahkan servis Murray dan membuat kedudukan menjadi 5-3. 

Akan tetapi petenis Serbia tersebut sempat membutuhkan penanganan di jari-jarinya sehingga bisa dimanfaatkan Murray untuk mematahkan servis Djokovic dan membuat kedudkan menjadi 5-4.

Mendapatkan kesempatan servis, Murray tak memberikan angka sama sekali untuk Djokovic dan memaksakan angka menjadi 5-5. Djokovic kemudian kembali unggul menjadi 6-5, namun Murray memaksakan tiebreak. 

Ketika tiebreak, Murray sebenarnya sempat unggul 4-3 lebih dahulu namun lalu Djokovic menyamakan menjadi 4-4, lalu unggul 5-4, 6-5, dan akhirnya memenangkan tiebreak.

Upaya Keras Murray di Set Kedua

Murray memulai set kedua dengan agresif dan mematahkan servis Djokovic di gim kedua sehingga angka menjadi 2-0.

Meski Djokovic terlihat mengalami cedera di pergelangan kaki kanannya, petenis yang akrab dipanggil Nole itu kemudian membalas dan merebut empat gim berturut-turut dan menjadikan angka 4-2.

Tapi Murray kemudian bangkit dan memaksakan kedudukan menjadi 5-5. 

Di gim ke-11 terjadi pertarungan epik antara Murray dan Djokovic dengan sang petenis Skotlandia sempat tiga kali mematahkan break point Djokovic. Kegigihan Murray dalam mempertahankan gim ini membuatnya bisa merebut gim ke-11 dan menjadikan skor 6-5.

Kemudian kembali terjadi tiebreak ketika Djokovic mampu merebut gim selanjutnya dan menjadikan skor 6-6.

Seolah tak mau mengulangi kesalahan ketika tiebreak di set pertama, Murray bermain dengan agresif dan langsung memimpin 5-2. Memiliki kesempatan emas untuk unggul, Murray terburu-buru dan bola pengembaliannya justru keluar lapangan sehingga angka menjadi 5-3.

Akan tetapi hanya itu kesalahan yang dilakukan Murray sehingga ia merebut set kedua dengan tiebreak 7-4.

Antiklimaks di Set Ketiga dan Keempat

Pertarungan antar keduanya seolah terhenti di set ketiga dan keempat dengan Murray yang terlihat kelelahan untuk melakukan permainan seperti di dua set sebelumnya.

Murray sebenarnya unggul 2-0 terlebih dahulu di set ketiga, namun Djokovic kemudian menyamakan menjadi 2-2 dan kemudian berbalik unggul 3-2. Murray sempat mengejar menjadi 3-3 ketika pertandingan sudah berlangsung selama tiga jam.

Akan tetapi dari titik tersebut Djokovic tak terbendung dan kemudian memenangkan set ketiga dengan skor 6-3.

Di set keempat Djokovic langsung dua kali mematahkan servis Murray dan unggul 4-0. Dengan mudah ia pun mengakhiri perlawanan Nadal dengan skor 6-0.


Bocah Tiga Tahun Menembak Ayah dan Ibunya yang Sedang Hamil

Kedua orang tua itu kemungkinan akan menghadapi dakwaan kriminal atas kelalaian. (Dok. Istimewa)

Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang bocah berusia tiga tahun dengan fatal menembak ayah dan ibunya yang sedang hamil di sebuah kamar hotel di Albuquerque, New Mexico, AS.

Dikutip dari CNN, polisi mengatakan anak laki-laki itu mengambil pistol dari tas ibunya pada Sabtu (31/1) dan melepas satu tembakan yang mengenai panggul ayahnya.

Namun tak berhenti di sana, peluru itu menembus panggul ayahnya dan mengenai bahu sebelah kanan ibunya. Sang ibu, saat ini sedang mengandung delapan bulan, kata Simon Drobik, petugas polisi Albuquerque.

Kini, sang ayah judah dirawat dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit sedangnya ibunya masih dirawat namun dalam kondisi stabil.

Anak lelaki tiga tahun itu juga bersama dengan adik perempuannya yang berusia dua tahun di dalam kamar hotel. Saat ini keduanya berada di tangan Departemen Anak-anak dan Keluarga. Mereka tak terluka dalam insiden itu.

Drobik mengatakan kasus itu kini ditangai kepolisian Albuquerque dan kemungkinan orang tua anak itu akan dikenai dakwaan kriminal atas kelalaian. 

Kepolisian tidak mengidentifikasi keluarga itu. 

Oleh : Ike Agestu

DPR Pertanyakan Aksi Pemerintah Ambil Untung Penjualan BBM

Menteri ESDM Sudirman Said. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)

Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi VII dari Fraksi Gerindra Ramson Siagian menuding pemerintah telah mengambil untung dari penjualan bahan bakar minyak (BBM) penugasan tanpa persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ramson mempertanyakan kebijakan tersebut setelah menghitung harga jual eceran BBM saat ini sudah berada diatas harga keekonomian.

"Kalau menggunakan formula yang ada, BBM yang dijual di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) itu sudah jauh diatas harga keekonomian. Sekarang kita mau tahu pemerintah ambil untung berapa? Kan belum ada itu info dan penjelasan dari pemerintah," ujar Ramson saat rapat dengar bersama Komisi VII DPR, Senin (2/2).

Menurut Ramson, dengan mengacu harga MOPS saat ini ditambah biaya distribusi, biaya pengolahan kilang, margin usaha, serta beberapa pungutan seperti pajak penambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, maka harga eceran BBM penugasan untuk jenis premium hanya mencapai Rp 5.152 per liter. Sementara untuk produk BBM jenis solar berada di angka Rp 5.565 per liter.

Artinya menurut Ramson, pemerintah telah mengambil untung sekitar Rp 1.448 per liter untuk BBM penugasan jenis premium, sedangkan solar dikutip Rp 835 per liter. Angka tersebut muncul setelah per 1 Februari kemarin, BBM penugasan jenis premium diumumkan pemerintah tetap dijual dengan harga Rp 6.600 per liter dan solar tetap Rp 6.400 per liter.

"Kami minta dijelaskan, dipakai kemana ini uang dan untungnya? Apalagi ketika pemerintah bilang masih kasih subsidi Rp 1.000 (per liter) untuk solar. Karena BBM juga masuk dalam ranah politik, jadi harus dijelaskan ke DPR," tegas Ramson.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said tak menampik bahwa pemerintah telah mengambil untung dari penjualan BBM. Sayang Sudirman enggan berkomentar banyak mengenai besaran untung yang nantinya akan dipakai untuk meningkatkan cadangan minyak yang dimiliki PT Pertamina (Persero).

"Kami memang membuka ruang lebih supaya kita bisa nabung dan uangnya bisa dipakai untuk menambah stok minyak Pertamina. Begitu pun pemerintah juga telah memberi ruang melalui penambahan margin usaha kepada pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas pelayanan pompa bensinnya," ujar Sudirman dalam rapat kerja tersebut. 


Tantowi: Ada Menteri Jokowi yang Kerjanya Tak Bagus

Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Jusuf Kalla bersama istri berfoto bersama dengan para menteri dan istri di depan Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 27 Oktober 2014. (CNN Indonesia/Safir Makki)


Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Komisi I Tantowi Yahya menilai ada menteri Kabinet Kerja Jokowi - JK yang kinerjanya tak bagus. Sampai saat ini DPR menurut politikus Golkar itu belum melihat apa yang sudah dan akan dilakukan beberapa menteri tersebut.

"Ada kinerja menteri yang tidak bagus. Menteri yang kami tidak tahu sedang dan akan mengerjakan apa," kata Tantowi di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/2).

Padahal para menteri ini sudah menjabat lebih dari tiga bulan. Tantowi menyerahkan sepenuhnya penilaian kinerja menteri tersebut kepada Jokowi selaku Presiden. Jokowi menurutnya punya wewenang penuh untuk merombak susunan para pembantunya tersebut.

Presiden Joko Widodo di awal masa pemerintahannya pernah berjanji akan melakukan evaluasi terhadap kinerja para menteri di Kabinet Kerja setiap tiga hingga enam bulan sekali. Namun, hingga melewati bulan ketiga pemerintahannya belum terdengar kabar akan dilakukan perombakan kabinet.

Secara jujur, Tantowi mengakui ada pula menteri yang sudah terlihat kerjanya. Misalnya Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Desa dan Transmigrasi, Marwan Jafar. Tantowi juga menilai baik Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Menurut Tantowi dua menteri tersebut terbukti dapat membantu kinerja Presiden dalam waktu 100 hari awal pemerintahan baru berjalan.

"Menteri Desa arah ke depannya jelas. Menteri maritim dan perikanan juga jelas. Kemudian beberapa menteri juga bagus sehingga bisa menopang langsung desain besar program Presiden," kata Tantowi.

Oleh : Lalu Rahadian

Lolos DPR sebab Berstatus Artis, Lalu Dilarang Ngartis

Anggota Fraksi PAN Anang Hermansyah (paling kanan). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta, CNN Indonesia -- Politisi artis adalah aset bagi partai politik. Melalui mereka, partai terbantu dalam mendulang suara pada pemilu. Lepas Pemilu Legislatif 2014, sekitar 19 pesohor lolos ke kursi parlemen. Sebagian telah berpengalaman di panggung politik, sisanya baru menapaki dunia itu.

Satu hal jelas, kepopuleran mereka memuluskan jalan menuju Senayan, sekaligus mendongkrak perolehan suara partai. Namun setibanya di Gedung DPR, ‘jasa’ mereka bagi partai terancam berbalas ‘air tuba.’

"Anggota dilarang terlibat dalam iklan, film, sinetron, dan/atau kegiatan seni lainnya yang bersifat komersial, khususnya yang merendahkan wibawa dan martabat sebagai anggota."

Kalimat itu merupakan salah satu pasal dalam Rancangan Kode Etik Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang menuai kontroversi, terutama dari kalangan artis. Musisi Anang Hermansyah yang duduk di Komisi X DPR langsung menuding larangan menjadi artis untuk anggota DPR masuk kategori pelanggaran hak asasi manusia.

"Yang tidak boleh itu seperti apa? Terus kalau dalam penciptaan kegiatan seni yang komersial seperti menciptakan lagu, masak tidak boleh?" kata Anang, berang.

Rekan sekomisi Anang, pembalap Moreno Soeprapto, juga berpendapat kegiatan seni seharusnya tidak dilarang. "Misalnya Anang mau nyanyi sembari menjadi anggota DPR, saya rasa tidak apa-apa. Sama juga dengan balap. Selama tidak mengganggu aktivitas di DPR, ya tidak apa," ujar Moreno kepada CNN Indonesia, Jumat (30/1).

Kata ‘komersial’ dalam Rancangan Kode Etik Anggota DPR menurut Moreno seharusnya diperjelas. "Anggota DPR tidak mungkin setiap saat sibuk. Pasti ada hari luangnya," kata dia.

Politisi Gerindra itu beranggapan sah-sah saja bila anggota DPR masih menjalankan profesi lamanya asal masih memprioritaskan tugas-tugas mereka di DPR.

“Sekarang saja saya masih banyak mendapat tawaran balap, tetapi saya tolak karena belum ada waktunya. Padahal balap itu refreshing buat saya, otak jadi jernih untuk kembali bertugas sebagai anggota Dewan," kata Moreno.

Tetap hidup tanpa ngartis

Sementara anggota komisi IX Dede Yusuf menilai sudah seharusnya anggota DPR tak melakukan kegiatan lain yang bersifat komersial. "Tapi kita tidak bisa melarang aktivitas seniman yang tidak bersifat komerisial," kata Dede.

Menurut politikus Demokrat itu, pelarangan anggota DPR terlibat dalam kegiatan komersial harus ada batasannya. "Kalau dia main di film sejarah misalnya, saya rasa tidak apa. Kalau perlu, tidak usah dibayar. Tapi kalau main sinetron dan melawak, saya rasa tidak pantas," ujar Dede.

Dede Yusuf mengaku sudah delapan tahun tidak menjalankan profesi artis. "Sekarang di samping menjadi anggota dewan, saya hanya menjadi pembicara serta menjalankan bisnis keluarga," kata mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu.

Anggota Komisi X Venna Melinda pun mengaku sudah tidak menjalankan profesi keartisannya. "Sudah lima tahun tidak jadi artis. Palingan ke talkshow, itu pun saya lihat dulu apakah kontennya sesuai kode etik anggota DPR atau tidak," kata Venna.

Rekan separtai Dede Yusuf itu setuju dengan usul larangan menjalankan kegiatan artis secara komersial. "Sekarang saya sama sekali tidak menjalankan profesi artis. Namun kalau ada undangan senam, masih saya hadiri, terutama di daerah pemilihan saya," kata Putri Indonesia 1994 itu.

Bagi Venna, senam merupakan salah satu cara mendekatkan diri dengan konstituennya yang mayoritas kaum ibu dan perempuan. "Mereka perlu politisi perempuan untuk jadi idola mereka. Kadang saya adakan lomba aerobik," ujarnya.

Di sisi lain, anggota DPR dari PAN Eko Patrio mengatakan usul larangan beraktivitas komersial itu justru bisa jadi bumerang bagi sebagian besar anggota DPR.

"Mungkin saja suatu saat mereka terlibat dalam iklan atau media sosialisasi, lalu ada orang memprotes dan menuduh mereka melanggar kode etik," kata Eko.

Meski demikian ia setuju anggota DPR yang berlatar belakang artis harus meninggalkan profesinya. "Tanpa ditulis pun, seharusnya mereka sadar bahwa tidak ada waktu lagi tampil di televisi. Apalagi buat stripping sinetron," kata mantan anggota grup lawak Ngelaba itu. 

Walau telah meninggalkan predikat artis, Eko mengaku masih kerap terlibat dalam proses kreatif dunia hiburan. "Saya terlibat di belakang layar untuk pembentukan Pesbukers. Saya juga terlibat dalam pengorbitan Ninih Gethuk jadi penyanyi," kata dia.

Kegiatan tersebut menurut Eko tidak menyita waktunya sebagai anggota Dewan, sebab ia punya anak buah untuk mengerjakan hal-hal tenisnya. "Saya hanya sumbang pikiran. Khusus Ninih, saya juga cuma bantu. Semua keuntungan buat Ninih," ujarnya.

Untuk diketahui, Ninih merupakan penjual getuk di Jakarta yang sempat ramai dibicarakan di media sosial karena dianggap cantik. Ia baru saja mengeluarkan lagu "Selingkuh 3x" dan telah tampil di beberapa stasiun televisi. 

Jadi, setujukah Anda politisi artis tak boleh lagi ngartis?


10 RIBU RUPIAH MEMBUAT ANDA MENGERTI CARA BERSYUKUR

Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.
Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"

Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"

Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!"
Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.


Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.
Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.

Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: "Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!"

Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!"
Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana.

Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?" Istrinya bertanya.

Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: "Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!"

Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya:
"Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!

Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.

Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah."

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu

Oleh : Andy Swan

KISAH KAKEK DAN PENCURI PEPAYA

Saya ingin mengawali renungan kita kali ini dengan mengingatkan pada salah satu kisah kehidupan yang mungkin banyak tercecer di depan mata kita. Cerita ini tentang seorang kakek yang sederhana, hidup sebagai orang kampung yang bersahaja. Suatu sore, ia mendapati pohon pepaya di depan rumahnya telah berbuah. Walaupun hanya dua buah namun telah menguning dan siap dipanen. Ia berencana memetik buah itu di keesokan hari. Namun, tatkala pagi tiba, ia mendapati satu buah pepayanya hilang dicuri orang.


Kakek itu begitu bersedih, hingga istrinya merasa heran. “masak hanya karena sebuah pepaya saja engkau demikian murung” ujar sang istri.

“bukan itu yang aku sedihkan” jawab sang kakek, “aku kepikiran, betapa sulitnya orang itu mengambil pepaya kita. Ia harus sembunyi-sembunyi di tengah malam agar tidak ketahuan orang. Belum lagi mesti memanjatnya dengan susah payah untuk bisa memetiknya..”

“dari itu Bune” lanjut sang kakek, “saya akan pinjam tangga dan saya taruh di bawah pohon pepaya kita, mudah-mudahan ia datang kembali malam ini dan tidak akan kesulitan lagi mengambil yang satunya”.

Namun saat pagi kembali hadir, ia mendapati pepaya yang tinggal sebuah itu tetap ada beserta tangganya tanpa bergeser sedikitpun. Ia mencoba bersabar, dan berharap pencuri itu akan muncul lagi di malam ini. Namun di pagi berikutnya, tetap saja buah pepaya itu masih di tempatnya.

Di sore harinya, sang kakek kedatangan seorang tamu yang menenteng duah buah pepaya besar di tangannya. Ia belum pernah mengenal si tamu tersebut. Singkat cerita, setelah berbincang lama, saat hendak pamitan tamu itu dengan amat menyesal mengaku bahwa ialah yang telah mencuri pepayanya.

“Sebenarnya” kata sang tamu, “di malam berikutnya saya ingin mencuri buah pepaya yang tersisa. Namun saat saya menemukan ada tangga di sana, saya tersadarkan dan sejak itu saya bertekad untuk tidak mencuri lagi. Untuk itu, saya kembalikan pepaya Anda dan untuk menebus kesalahan saya, saya hadiahkan pepaya yang baru saya beli di pasar untuk Anda”.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas, adalah tentang keikhlasan, kesabaran, kebajikan dan cara pandang positif terhadap kehidupan.

Mampukah kita tetap bersikap positif saat kita kehilangan sesuatu yang kita cintai dengan ikhlas mencari sisi baiknya serta melupakan sakitnya suatu “musibah”?


Minggu, 01 Februari 2015

SOAL UJIAN

Ini kisah tentang Riri,  salah seorang mahasiswi yang sedang menyelesaikan kuliah semester akhir di sebuah Universitas Negeri. Riri  mengambil jurusan disebuah fakultas yang cukup favorit, yaitu Fakultas Kedokteran. Sebuah fakultas – menurut keyakinannya – yang dapat membuat hidupnya lebih baik di masa mendatang. Bukan kehidupan yang hanya baik untuknya, tetapi juga buat keluarganya yang telah berusaha susah payah mengumpulkan uang, agar ia dapat meneruskan dan lulus dari kuliahnya dengan baik.

Kakaknya pun rela untuk tidak menikah tahun ini, karena ia harus menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai tugas akhir dan biaya-biaya laboratorium serta praktikum yang cukup tinggi untuk Riri.

Kini tiba saatnya Riri harus mengikuti ujian semester akhir, mata kuliah yang diberikan oleh dosennya cukup unik. Saat itu sang dosen ingin memberikan pertanyaan-pertanyaan ujian secara lisan.


“Agar aku bisa dekat dengan mahasiswa.” cerita Riri menirukan kata dosennya kepada mahasiswa beberapa waktu lalu.

Satu per satu pertanyaan pun dia lontarkan,  para mahasiswa berusaha menjawab pertanyaan itu semampu mungkin dalam kertas ujian mereka.

Ketakutan dan ketegangan Riri saat ujian terjawab saat itu, pasalnya 9 pertanyaan yang dilontarkan oleh sang dosen lumayan mudah untuk dijawab olehnya. Jawaban demi jawaban pun dengan lancar ia tulis di lembar jawaban.

Hingga sampailah pada pertanyaan ke-10.“Ini pertanyaan terakhir.” kata dosen itu

“Coba tuliskan nama ibu tua yang setia membersihkan ruangan ini, bahkan seluruh ruangan di gedung Jurusan ini !” kata sang dosen sambil menggerakkan tangannya menunjuk keseluruh ruangan kuliah.

Sontak saja mahasiswa seisi ruangan pun tersenyum. Mungkin mereka menyangka ini hanya gurauan, jelas pertanyaan ini tidak ada hubungannya dengan mata kuliah yang sedang diujikan kali ini, pikir Riri dalam benaknya.

“Ini serius !” kata sang dosen yang sudah agak tua itu dengan tegas. “Kalau tidak tahu mending dikosongkan aja, jangan suka mengarang nama orang ! ”. lanjutnya mengingatkan.

Riri tahu persis siapa orang yang ditanyakan oleh dosennya itu. Dia adalah seorang ibu tua, orangnya agak pendek, rambut putih yang selalu digelung. Dan ia juga mungkin satu-satunya cleaning service di gedung jurusan kedokteran tempat Riri kuliah. Ibu tua itu selalu ramah serta amat sopan dengan mahasiswa-mahasiswi di sini. Ia senantiasa menundukkan kepalanya saat melewati kerumunan mahasiswa yang sedang nongkrong. Tapi satu hal yang membuat Riri merasa konyol, justru ia tidak hafal nama ibu tua tersebut !!! Dan dengan terpaksa ia memberi jawaban ‘kosong’ pada pertanyaan ke-10 ini. Ujian pun berakhir, satu per satu lembar jawaban pun dikumpulkan ke tangan dosen itu.

Sambil menyodorkan kertas jawaban, Riri mencoba memberanikan diri bertanya kepada dosennya kenapa ia memberi ‘pertanyaan aneh’ itu, serta seberapa pentingkah pertanyaan itu dalam ujian kali ini ?.

“Justru ini adalah pertanyaan terpenting dalam ujian kali ini” kata sang dosen.

Mendengar jawaban sang dosen, beberapa mahasiswa pun ikut memperhatikan ketika dosen itu berbicara. “Pertanyaan ini memiliki bobot tertinggi dari pada 9 pertanyaan yang lainnya, jika anda tidak mampu menjawabnya, sudah pasti nilai anda hanya C atau D,” ungkap sang dosen.

Semua berdecak, Riri pun bertanya kepadanya lagi, “Kenapa Pak ?” Jawab sang  dosen itu sambil tersenyum, “Hanya yang peduli pada orang-orang sekitarnya saja yang pantas jadi dokter.” Lalu sang sang dosen pergi  membawa tumpukan kertas jawaban ujian itu sambil meninggalkan para mahasiswa dengan wajah yang masih tertegun.
******
Peduli merupakan langkah awal untuk menjadi pemberi manfaat bagi orang lain serta penyelesai masalah di masyarakat. Dan peduli, sudah seharusnya menjadi milik semua orang, bukan hanya dokter. Jadi, soal ujian Riri nomor ke-10 di atas, kiranya juga menjadi soal ujian untuk kita semua. Maka seberapa pedulikah kita ? sehingga mampu menjawab persoalan-persoalan yang ada disekitar kita. Semoga cerita di atas menjadi hikmah untuk kita.


MENALAR KISAH MEREKA YANG INGIN NAIK HAJI

Namanya Sukerti bin Saiman, dari Lombok Utara. Pada saya beliau bercerita, bahwa desanya adalah salah satu desa yang paling tertinggal baik dari sisi pembangunan maupun ekonomi sosial. Di desa yang paling tertinggal ini, Pak Sukerti, menurutnya, adalah penduduk paling miskin di antara 300 kepala keluarga. Dia hanya petani lahan kering, bertanam jagung, diselingi kacang atau yang lain.

Tak ada dalam bayangannya untuk bepergian jauh, yang harus mengeluarkan dana dan bekal besar. Tapi hari ini, di sini lah Pak Sukerti, menunaikan Thawaf dan Sai. Bersama jutaan manusia dari seluruh dunia, menunaikan ibadah haji. Bertasbih, bertahmid, bertakbir, memuja sang Ilahi.

Tak ada nalar yang bisa dibangun untuk mencerna ini. Sukerti bin Saiman mencatat sejarah sebagai orang pertama yang menunaikan rukun Islam kelima dari kampungnya. Tak ada orang yang percaya, tapi Allah sudah menciptakan sebab untuknya.

Dari Bandung, beberapa orang tunanetra juga menunaikan ibadah yang sama. Saling tuntun, saling jaga. Terbang dari tempat yang sungguh jauh, tak melihat terang, tapi di saat yang sama justru dilimpahi cahaya-Nya, insya Allah. Satu di antara mereka adalah Pak Hepi. Sejak mengayunkan langkah pertama kakinya dari pintu rumah, dia sudah membisikkan doa yang penuh pasrah dan iba. “Ya Allah, tak seperti para hujjaj yang lain, aku tak bisa melihat rumah-Mu yang Agung. Padahal sungguh aku ingin melihatnya. Aku hanya mampu melihat dengan cara meraba. Maka izinkan aku menyentuh dan meraba bangunan-Mu yang mulia,” demikian doa Pak Hepi.

Maka disinilah dia. Terseret-seret oleh gelombang manusia yang berthawaf dengan Kabah sebagai pusarannya. Terjungkal-jungkal, terdorong-dorong oleh kekuatan manusia yang bergulung-gulung besarnya. Terjatuh-jatuh, dua kali Pak Hepi tak berkuasa mengendalikan diri. Tapi ketika terbangun, tangannya telah meraba dinding Kabah. Subhanallah, Maha Suci Allah yang jika telah menghendaki sesuatu terjadi, maka dengan berbagai alasan akan terjadi. Tak ada sesuatu bisa menghalangi, meski alasan-alasan dan sebab sebagai syarat terjadinya sesuatu tak cukup terpenuhi dalam ukuran akal manusia yang lemah ini.


Pak Sukerti, Pak Hepi, termasuk saya adalah satu di antara ratusan orang lain dari seluruh dunia yang menunaikan ibadah haji atas undangan Rabitha Alam Islami. Satu dari sekian sebab yang dijadikan Allah untuk mengantar sesuatu bisa terjadi. Dia, Allah yang Maha Memiliki, tak pernah kehilangan alasan untuk menciptakan sebab-sebab kejadian. Dia tak pernah kehabisan cara untuk mewujudkan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan manusia. Dan Dia, Allah yang Maha Kuasa, sungguh Maha Mampu menciptakan kausalitas yang tak pernah terbayang oleh manusia.

Maka, jangan pernah hilang harapan. Apapun asa dan hajat kita. Dan jika Dia mampu membuat sesuatu terjadi, beyond reason, maka Dia juga mampu menghentikan apapun yang terjadi juga beyond reason. Berdoalah, dan jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah SWT. Dengan izin-Nya, dengan kuasa-Nya, Dia mampu mengantar kita untuk datang kerumah-Nya yang agung dan beruluk salam langsung di pusara baginda Rasul.

Pertanyaanya bukan tentang seberapa besar kemampuan kita, tapi tentang seberapa tinggi kemauan hati ini. Sehingga menggerakkan makhluk langit untuk berdoa dan membantu meringankan semua. Labaik ya Allah, kami akan datang memenuhi panggilan-Mu….


I Miss You

Ada seorang gadis yang bernama Tanita, cukup dipanggil Nita. Ia mempunyai 1 adik laki-laki yang bernama Tino. Mereka hidup bersama Neneknya selama ini. Nita yang masih duduk di bangku kelas 6 SD, sering menanyakan tentang keberadaan orangtuanya kepada Nenek, tetapi Nenek bilang bahwa orangtuanya masih bekerja di luar kota.

Pada suatu hari, Nita terbangun dari tidurnya. Tepatnya jam 6 pagi. Ia segera bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Sampai di sekolah ia menemui sahabatnya sedang duduk di depan kelas. “Kayra, kamu sedang apa di sini?” tanya Nita pada sahabatnya, “ahhh… Nita, ngagetin aja kamu!” jawab Kayra dengan kaget. Mereka pun berbincang-bincang sampai bel masuk berbunyi

Setelah pulang dari sekolah, Nita mengganti bajunya dan menuju ruang tamu. “Nenek, aku ingin menanyakan sesuatu Nek. Tolong jawab dengan jujur ya nek.” pinta Nita, “apa yang mau kamu tanyakan Nita?” tanya Nenek heran, “jadi begini, orangtuaku apa benar masih bekerja di luar kota Nek? aku sangat merindukan mereka.” “hhhhmmm.. jadi begini Nita, sejak kamu masih berumur 4 tahun, terjadi kecelakaan. Kecelakaan itu merenggut nyawa Ayah dan Ibumu. Saat itu Tino berumur 2 tahun, tetapi Tino tidak ikut. Pada saat Ayahmu menyetir, kamu minta untuk dibelikan boneka, kamu begitu cerewet saat itu. Ayahmu pun tidak bisa mengendalikan stir mobilnya, dan akhirnya Ayahmu menabrak sebuah pohon besar. Di sanalah kecelakaan terjadi, Ayah dan Ibumu terlihat memelukmu dengan erat. Tapi sayang, nyawa orangtuamu tidak bisa diselamatkan.” jawab Nenek, Nita hanya bisa meneteskan air matanya, Nita kira orangtuanya masih bekerja di luar kota, tapi dugaannya salah, orangtuanya sudah meninggal sejak ia berumur 4 tahun. Nita pun menangis sambil memeluk Nenek.

“Ayah, Ibu aku sangat merindukan kalian. Sungguh aku tidak mengetahui hal itu, karena sejak itu aku masih kecil. Maafkan aku Ayah, Ibu. Aku janji akan menjadi anak yang baik.” bisik Nita dalam hati.

Sejak mendengar penjelasan dari Nenek, Nita sadar, bahwa dirinya lah yang membuat orangtuanya telah tiada. Ia sungguh menyesal dengan perbuatannya selama ini. Padahal Nita ingin sekali bertemu dengan orangtuanya.

Oleh : Adsha Nandayi

Air Mataku Kekuatanku

19 tahun silam lahirlah bayi perempuan yang memiliki berat 3,5 kg, seluruh keluarga sorak sorai bergembira menyambutnya, karena bayi mungil ini lahir pada malam hari, maka ia diberi nama Laily yang diambil dari bahasa arab “Lail” yang artinya malam, serangkaian upacara adat jawa pun dilakukan untuk penyambutan Laily.

Waktu bergulir begitu cepat seiring bergantinya malam dan siang tak terasa Laily sudah berusia 4 tahun, dia tumbuh layaknya anak-anak seusianya, ia gemar menari, bernyanyi, dan bermain-main. Lagu-lagu yang sering ia nyanyikan adalah balonku, si lumba-lumba, bintang kecil, dan masih banyak lagi lagu anak-anak yang lainnya. Orangtua Laily pun bangga dengan kemampuan Laily yang tumbuh menjadi anak yang pandai, berbagai prestasi telah diraih anak 4 tahun itu, diantaranya juara 3 lomba nyanyi anak, juara 2 lomba mewarnai, dan juara 1 lomba modeling, trophy-trophy kejuaraan dipampang di ruang tamu rumahnya. Anak berbakat ini sungguh membanggakan kedua orangtuanya.

Hari ini merupakan hari dimana waktunya Laily untuk masuk di taman kanak-kanak, ia diantar ibunya mendaftar di sebuah sekolah TK dekat dengan rumahnya, dengan senang hati, dengan bibir mungil yang selalu tersenyum, ia pun berjalan sambil menggandeng tangan ibunya pergi ke sekolah tersebut. Disana ia bertemu dengan teman-teman sebayanya, ia bermain-main bersenang-senang, kehidupan taman kanak-kanak yang tak ada duanya, tak ada beban, selalu ceria, belum mengerti akan masalah yang membelit dunia yang begitu rumit, yang ada hanyalah kebahagiaan. Itulah yang dirasakan Laily saat itu.

Sepulang dari taman kanak-kanak, nasib naas dialami oleh bocah cantik itu, ketika sedang asyik berjalan ada motor yang melaju kencang dari arah yang berlawanan kehilangan kendali sehingga menabrak keduanya, usut punya usut remaja cantik yang mengendarai motor itu sedang mabuk. Kecelakaan tersebut mengakibatkan sang ibu meninggal dunia, dan Laily mengalami patah tulang pada kaki kanannya. Dengan cekatan Laily pun langsung dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara di daerahnya, sementara itu sang ibu dimakamkan di pemakaman keluarga tak jauh dari rumahnya.

Malam hari nya di rumah Laily ramai dipenuhi para tetangga dan sanak keluarga yang sedang berkabung, sementara itu Laily terbaring lemah di ranjang rumah sakit ditemani sang ayah. Sadar dari tidur yang panjang, Laily pun membuka matanya perlahan dan berkata “Ibu…” dengan bibir bergetar dan dengan suara yang sangat pelan, sang ayah tersenyum menahan sesak dalam hatinya, “ayah, kenapa kaki kanan ku nggak bisa digerakkan” kata Laily. Dengan lembut ayahnya membelai kepala Laily smbil berkata “Nanti kakimu bisa digerakkan lagi kok, sabar ya”. Laily pun menganggukkan kepalanya.

Beberapa menit kemudian dokter yang merawat Laily pun datang bersama tiga orang perawat.
“Dokter, kenapa kaki Laily nggak bisa digerakkan” tanyanya lirih
“oh, iya sebentar ya, biar dokter periksa” jawab dokter dengan ramah

Setelah diperiksa, dokter pun menghampiri ayah Laily dan berkata dengan lirih
“Pak, untuk mengetahui apa yang terjadi dengan kaki Laily, kita perlu melakukan rontgen”
“Oh, iya dok, lakukan saja yang terbaik untuk anak saya” kata ayah Laily

Keesokan harinya kaki kanan Laily dirontgen, dan ternyata mengalami keretakan pada tulang nya, sehingga kaki laily pun digips untuk beberapa minggu kedepan, setelah di gips, Laily pun diizinkan pulang, ia dijemput oleh seluruh anggota keluarganya.

“Ibu…” teriaknya sambil menangis
Sang ayah pun langsung memeluknya, dan air mata anggota keluarga yang ada disitu pun pecah, Laily terus menjerit memanggil sang ibu yang telah dimakamkan beberapa hari yang lalu.

“Laily, ayok kita beli es krim di depan situ, enaak banget rasanya” bujuk bu Rina yang merupakan tante dari Laily. Laily pun menganggukkan kepala.
Hal tersebut berlangsung setiap kali Laily menanyakan keberadaan ibunya, hingga akhirnya ia lupa dengan sendirinya. setelah gipsnya dibuka Laily pun dapat berjalan kembali dan menikmati masa anak-anak yang sempat hilang.

Empat puluh hari setelah kepergian sang bunda, Laily ditinggal oleh sang ayah, yang meninggal dunia karena kecelakaan, anak kecil itu kini telah ditinggalkan oleh kedua orangtua nya. Isak tangis sanak saudara menyelimuti gubuk sederhana yang di dalamnya terdapat seorang anak yang menjerit menangisi kepergian orang yang sangat dicintainya, kini anak kecil itu telah sendiri, seorang paruh baya menghampirinya

“Laily tinggal sama tante ya” katanya dengan suara halus
Laily menggelengkan kepalanya dan menjawab “Laily mau tinggal sama ayah”
Wanita paruh baya itu pun menangis dan memeluk Laily dengan erat. Jenazah sang ayah pun mulai diberangkatkan, Laily menangis sambil memanggil sang ayah, tak satu pun orang yang tega melihat gadis manis itu meronta. Di pangkuan sang tante Laily terus menangis hingga akhirnya tertidur. Sejak saat itu Laily dirawat oleh bu Rina. Sejak saat itu bakat-bakatnya tak pernah tersalurkan kembali, perhatian dari sang tante pun kurang karena bu Rina memiliki tiga anak yang membutuhkan juga kasih sayang, di rumah itu Laily merasa terasingkan, dari kecil ia diajarkan untuk menjadi anak yang rajin, yang harus bangun sebelum matahari menghangatkan bumi, ia harus membersihkan rumah sebelum berangkat sekolah, terkadang perlakuan yang kejam pun dialami oleh Laily, dimarahi, dituduh mencuri, selalu disalahkan. Kehidupan yang menguras air mata itu terjadi hingga saat ini. Hanya do’a dan air mata yang dapat menguatkannya. Kepada siapa lagi ia mengadukan semua itu kalau bukan pada Tuhannya? Bukankah anak yatim piatu harusnya disayangi?, Entahlah, entah sampai kapan kepedihan itu akan berakhir.

Oleh : Luqfiastuti

Satu Hari

Hai teman-teman perkenalkan namaku Asya nabila assyifa, biasanya teman-temanku memanggilku Nabila. aku mempunyai teman akrab namanya Frizka andrianti, panggilannya Frizka. Frizka orangnya baik, cantik dan pintar tetapi suka penyendiri dan pendiam.

Aku dan Frizka tak pernah menjalin yang namanya PERSAHABATAN. setiap kali aku bertanya tentang itu pasti Frizka menjawab “TEMAN”. mungkin Frizka belum mau atau belum siap yang namanya PERSAHABATAN.

Aku dan Frizka selalu bersama di sekolah, ketika bersamanya suasana hening dan tak ada canda tawa. Frizka memang tidak menyukai suasana penuh suara, walaupun begitu Frizka tidak pernah dibenci cowok ataupun cewek dan menjadi murid kesayangan semua guru di sekolah ini.

2 hari lagi Frizka ulang tahun, aku akan memberi sebuah gelang yang aku buat sendiri dari manik-manik, itulah di dalam benakku. bunyi sepasang sepatu berjalan ke arahku dari belakang dan itu rupanya frizka.
“Hai Nabila…” Sapa Frizka padaku
“Hai juga… tumben lo yang ngomong duluan”
“Gak papa kan”
“Iya gak papa kok”
“Gue mau ngomong sesuatu pada lo”
“Ngomong apa?”
“Gue ingin lo jadi sahabat gue, boleh gak?”
“Boleh”
“Terima kasih banyak ya lo mau jadi teman yang terbaik dalam hidup gue, gue sangat sayang pada lo Nabila”
“Gue juga”
Aku dan frizka berpelukkan sambil menangis karena bahagia bisa bersahabat berdua.

Yang aku harus siapkan hanya kado untuk Frizka, kado ini untuk frizka. sebelum aku menyiapkan gelang untukku, mama memanggilku.
“Nabila…” Teriak mama padaku
“Apa ma?”
“Frizka… meninggal”
Pandanganku mulai kabur tak jelas karena dipenuhi air mata. Frizka tak ku sangka kau pergi secepat itu, baru 1 hari bersahabat kau sudah pergi.

“Ya Allah berikan tempat yang mulia untuk sahabatku… amin” doaku untuk sahabatku.

Oleh : Tiara Rinanty

Anak Hujan

Matanya menyipit memandang terik matahari, kaki kecilnya berjalan lincah, hatinya bergeming penuh harap. Ketika sampai di rumah reot mirip gubuk matanya melebar mencari-cari sesuatu. Dia berjalan dan mengambil sesuatu itu di bawah batu sebesar buah melon, lalu memasukkan temuannya itu ke lubang gembok. Anak kecil bertubuh kurus itu bernama Irwan, usianya baru 11 tahun. Irwan tinggal sendiri di rumah gubuknya, ibunya meninggal dua tahun lalu. Ayahnya pergi entah kemana sejak ia kecil.

Hidupnya kesepian namun diselimuti ketabahan dan kesabaran. Hidupnya keras serba kekurangan, tapi tak pernah patahkan semangatnya belajar. Dia sekolah dengan rajin walaupun terkadang dia merasa hidup ini tak adil.

Dia duduk di kursi bambu sebagai ruang tamu. Tiba-tiba air mata menggenang di kelopak mata. Ia teringat ibunya, ketika pulang sekolah ibunya selalu memasakkan untuknya walaupun hanya tumis kangkung, sayur nangka ataupun sayur asam. Sekarang semua itu tak lagi ada. Diambilnya kayu kering dan tangannya dengan lincah menggesek korek api lalu dimasukannya ke dalam kompor yang terbuat dari tanah. Setelah api sudah menari-nari panci berisi air dia taruh di bibir kompor tanah. Setelah air bergejolak dia memasukkan daun bayam dan membumbuinya dengan garam. Ia menunggu lagi di kursi bambu. Ia pun tertidur.

“Kebakaran-kebakaran…” teriak orang-orang. Irwan membuka matanya, asap mengepul memenuhi bilik-bilik rumahnya. Dia baru sadar kalau dia tertidur. Dia berlari keluar sambil sempoyongan. Rumahnya tengah dilalap si jago merah.

Warga berusaha memadamkan api tersebut, namun sayang setengah rumahnya telah hangus. Bahkan buku-buku sekolahnya tinggal abu.

Pak RT mengajak Irwan tinggal di rumahnya. Namun rupannya Irwan tidak mau. Irwan teringat kata-kata ibunya. “Jangan tinggalkan rumah apapun yang terjadi,” lamunannya terbang kemana-mana.
“Baiklah Irwan, kalau kau tidak mau tinggal. Kamu yang tabah ya” Ucap pak RT, lalu warga meninggalkannya sendiri.

Ia melihat sekeliling rumah. Hangus dan tak berupa. Kakinya lemas dan jatuh bersimpuh. Tas sekolah, seragam sekolah, dan buku-bukunya hancur. Dia berfikir dirinya akan berhenti sekolah untuk sementara ini. Ia akan mencari uang untuk membeli peralatan sekolah. Sontak tiba-tiba hujan turun begitu deras.
“Hujan kenapa kau tak datang ketika api itu masih melalap rumahku..” teriaknya sekeras mungkin, suaranya bersahutan dengan guntur yang menyambar. Lalu menangis lagi dan terisak-isak. Menyesal akan apa yang sudah terjadi.

Dia beranjak bangun. Dilihatnya payung warna hitam di sudut rumah yang belum dimakan si jago merah. Dia mengambilnya dan pergi membelah derasnya hujan. Dia tak tahu kakinya berjalan kemana. Sesekali dia berhenti ketika guntur kembali menyambar. Namun kakinya tetap berjalan, berjalan dan berjalan. Sampai di depan Mall besar. Tubuhnya terasa kerdil seraya gedung megah itu berdiri kokoh di hadapannya. Dia tak beranjak tetap saja memandangi megahnya gedung mall itu. tiba-tiba…
“Tiiinnn.. tiiinnn…” sebuah mobil mewah menginginkan dirinya sedikit minggir. Dia berjalan sedikit menjauh. Lalu kaca mobil terbuka, perempuan bergincu tebal di dalamnya. Perempuan berusia sekitar 29 tahun itu mengayunkan tangannya kepada Irwan, dengan takut-takut Irwan mendekat. Fikir Irwan dirinya akan dimarahi karena berdiri di tengah jalan. Irwan akan menjelaskannya.
“Nak antarkan seya sampai di teras Mall..” Ucap ibu itu. Irwan ternganga. Ia benar-benar tidak tahu maksud dari ibu cantik itu. Ibu itu membuka pintu mobilnya, namun Irwan tak juga mendekat.
“Kamu sewakan payung itu kan?” ucap Ibu itu lagi. Irwan mengangguk dan memberikan payungnya, dia berdiri sambil membiarkan tubuhnya basah kuyup.
“ets… sini-sini jangan hujan-hujanan nanti kamu sakit.” kata ibu cantik itu, ia keluar dari mobil dan memayungi Irwan, lalu berjalan sejajar.
“Kamu masih baru ya jadi ojek payung?” tanyanya.
“Saya tidak tahu tentang ojek payung buk,” Jawab Irwan
“Berati kamu bukan Ojek payung dong.. kenapa hujan-hujan berdiri di depan mall? Ibumu tidak marah kah?” Ibu itu terlihat penasaran dan menghentikan langkahnya. Irwan juga berhenti.
“Ibuku sudah meninggal buk dua tahun lalu, rumahku baru saja kebakaran saat aku hendak masak. Aku cari uang untuk makan buk.” Jelas Irwan berbata-bata.
“Kamu masih sekolah?”
“Iya buk, saya sekolah di SDN 05 Bambu Raya, saat ini saya masih kelas V buk.. tapi saya mutusin untuk berhenti sampai saya bisa membeli peralatan dan seragam sekolah yang terbakar buk” Jelas Irwan jujur, bukan mengharap belas kasihan Ibu cantik itu. Penjelasan dirasa ibu itu sudah cukup, Ibu itu berjalan lagi sampai di teras Mall. Terlihat seorang anak kecil berseragam TK dan pengasuhnya keluar dari pintu mall.
“Itu anak saya.. namanya Lovina, namamu siapa dan kamu tinggal dimana?” tanya ibu itu lagi, sambil menunggu anaknya menghampiri.
“Nama saya Irwan buk, saya tinggal di kampung Mawar Rt 02 Rw 1, kampung sebrang sungai buk..” Jelas Irwan polos.
“Ya udah antar kami bertiga ke mobil lagi yaa” ucap Ibu cantik itu. menggendong Lovina dan menggandeng pengasuh Lovina.

Irwan membiarkan tubuhnya kehujanan. Sekarang dia paham tentang Ojek Payung. Orang yang bekerja menyewakan jasa payung kepada orang-orang yang membutuhkan saat hujan lebat. Setelah anak dan pengasuh masuk ke dalam mobil, ibu itu masih di luar. Lalu memberikan payung itu kepada Irwan dan masuk ke dalam mobil. Di balik kaca mobil, ibu itu mengeluarkan dompet tebalnya.
“Sini nak,” serunya. Irwan mendekat. Dia tahu kalau dirinya akan mendapat upah.
“Ini upah untuk nak Irwan, ini untuk makan nak Irwan, dan yang ini untuk membeli peralatan sekolah yaa, ibu sangat berterimakasih jasanya” Jelas sang Ibu sambil memberikan uang Rp 10.000, Rp 50.000 dan Rp 200.000. Irwan menerima dengan gemetar lalu bersujud di tengah hujan lebat, diciumnya paving penuh air. Lalu mengucapkan terimakasih dan pergi dengan senang. Pergi entah kemana. Pergi di balik lebatnya hujan.

“Mama.. tadi itu pengemis yaa?” tanya si kecil Lovina.
“Bukan Lovina sayang.. dia hanyalah anak hujan.. anak yang mendapat uang dari hujan, bukan dari Ibunya.. makanya Lovina sayang harus bersyukur selagi masih punya mama.. masih di kasih uang sama mama..” jelas ibu itu kepada anaknya.
“Apa anak Hujan itu tidak punya rumah, mama?”
“Punya sayang, tapi rumahnya kebakaran.. Lovina jangan suka mainan api yaa, kalau rumah Lovina kebakar, Lovina bisa saja jadi Anak Hujan” jawab sang Ibu
“ohh kasihan ya mama..” Ucapnya lagi
“Iya sayang, kita harus saling memberi kepada orang-orang yang membutuhkan. Anak hujan tadi adalah anak yang sabar dan tabah sehingga mama kasih dia hadiah. Kalau Lovina jadi anak yang sabar Lovina juga akan mendapat hadiah..”
“Hadiah dari mama..?”
“Dari Tuhan sayang..” Lovina memeluk Ibunya, mencium pipi ibunya seolah-olah takut kehilangan ibunya.
“Lovina tidak mau jadi anak hujan mama.. Lovina akan sayang sama mama selamanya, Lovina juga tidak mau mainan api, Lovina juga akan sabar ketika menunggu mama kerja, dan Lovina akan memberi orang lain pakai uang tabungan Lovina.. Lovina janji ma.. semoga anak hujan tadi juga mendapat hadiah dari Tuhan, bukan dari mama saja… Lovina sayang mama.. emuuuuahhh…” Lovina mencium ibunya lagi, ibunya bangga dengan penjelasan anaknya yang masih TK itu.
Hujan semakin lebat Ibu cantik itu memeluk anaknya dengan hangat, ia berencana ke rumah anak hujan itu bersama Lovina… Esok

Oleh : Rachma