Minggu, 01 Februari 2015

Satu Hari

Hai teman-teman perkenalkan namaku Asya nabila assyifa, biasanya teman-temanku memanggilku Nabila. aku mempunyai teman akrab namanya Frizka andrianti, panggilannya Frizka. Frizka orangnya baik, cantik dan pintar tetapi suka penyendiri dan pendiam.

Aku dan Frizka tak pernah menjalin yang namanya PERSAHABATAN. setiap kali aku bertanya tentang itu pasti Frizka menjawab “TEMAN”. mungkin Frizka belum mau atau belum siap yang namanya PERSAHABATAN.

Aku dan Frizka selalu bersama di sekolah, ketika bersamanya suasana hening dan tak ada canda tawa. Frizka memang tidak menyukai suasana penuh suara, walaupun begitu Frizka tidak pernah dibenci cowok ataupun cewek dan menjadi murid kesayangan semua guru di sekolah ini.

2 hari lagi Frizka ulang tahun, aku akan memberi sebuah gelang yang aku buat sendiri dari manik-manik, itulah di dalam benakku. bunyi sepasang sepatu berjalan ke arahku dari belakang dan itu rupanya frizka.
“Hai Nabila…” Sapa Frizka padaku
“Hai juga… tumben lo yang ngomong duluan”
“Gak papa kan”
“Iya gak papa kok”
“Gue mau ngomong sesuatu pada lo”
“Ngomong apa?”
“Gue ingin lo jadi sahabat gue, boleh gak?”
“Boleh”
“Terima kasih banyak ya lo mau jadi teman yang terbaik dalam hidup gue, gue sangat sayang pada lo Nabila”
“Gue juga”
Aku dan frizka berpelukkan sambil menangis karena bahagia bisa bersahabat berdua.

Yang aku harus siapkan hanya kado untuk Frizka, kado ini untuk frizka. sebelum aku menyiapkan gelang untukku, mama memanggilku.
“Nabila…” Teriak mama padaku
“Apa ma?”
“Frizka… meninggal”
Pandanganku mulai kabur tak jelas karena dipenuhi air mata. Frizka tak ku sangka kau pergi secepat itu, baru 1 hari bersahabat kau sudah pergi.

“Ya Allah berikan tempat yang mulia untuk sahabatku… amin” doaku untuk sahabatku.

Oleh : Tiara Rinanty

Tidak ada komentar:

Posting Komentar